Pentingnya Help Keluarga Saat Memulai Bisnis Dari Nol

Anda akan dipersiapkan untuk menggantikan posisi orangtua mengambilalih perusahaan. Anda ditunjuk menjadi pewaris bisnis keluarga, tapi ragu untuk menjalankannya? Jika dari dalam keluarga, usaha tersebut sulitlah berjalan dengan profesional ketika terjadi perselisihan. Meskipun demikian, buat Anda yang ingin mulai menjalankan usaha bersama keluarga atau kerabat, jangan takut. Misalnya, jika dari luar keluarga, pemilik usaha harus meluangkan waktu untuk belajar memahami karakter orang tersebut.

Bahkan, ada juga serangkaian tantangan baru dan jarang terjadi yang harus dihadapi oleh bisnis keluarga, sebagai konsekuensi dari struktur bisnis mereka. Membicarakan bisnis adalah hal yang menarik, apalagi bagi anda yang menyukai tantangan, maka tidak salah kalau memilih bisnis untuk mendapatkan uang. Bagi anda yang sudah memiliki modal banyak, tentunya tidak menjadi masalah saat akan membuka bisnis yang anda senangi.

Kasus semacam ini bukan hanya terjadi di Indonesia, namun hampir di seluruh dunia. Bisnis keluarga membutuhkan panduan untuk melakukan berbagai program-program, kebijakan, maupun strategi yang memadukan segala aktivitas bisnis dengan kepentingan-kepentingan keluarga selaku stakeholder perusahaan. Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Inilah yang menjadi kekurangan usaha keluarga yang kerap terjadi di lapangan. Maka dari itu, penting untuk menjadi pribadi yang selektif di dalam mengajak orang luar masuk.

Bisnis dengan keluarga

Lagipula mereka mengungkapkan orang tua saya toh masih bisa membimbing saya untuk mengelola bisnis ini. Keluarga saya adalah keluarga kecil dengan bisnis keluarga berupa sepatu dan sandal. Bisnis ini sudah dirintis orang tua saya dari nol sejak tahun 1980, saat mereka memutuskan untuk menikah. Cara membangun bisnis selanjutnya ini sangatlah penting untuk Anda lakukan. Ya, memisahkan urusan keluarga dan bisnis walaupun terdengar mudah tetapi sudah banyak juga bisnis hancur karena mencampurkan urusan bisnis serta keluarga menjadi satu.

Hal tersebut, yang haruslah menjadi pertimbangan bagi generasi selanjutnya untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bisnis keluarga. Tema ini menarik bagi saya, sebab memecahkan urusan keluarga bukan hanya mengandalkan otak saja, namun hati pun harus turut serta. Di beberapa Beli Free Spin kesempatan, saya pernah menangani kejadian di mana para generasinya enggan untuk meneruskan bisnis keluarga. Memilih penerus bisnis bukan karena melihat dia anak laki-laki atau anak pertama, sehingga anak perempuan tidak memiliki hak untuk meneruskan bisnis Anda.

Jawabannya adalah ada, seperti contohnya Batik Keris, Djarum dan Martha Tilaar. Bisnis keluarga itu tidak harus dikelola orang perorangan, melainkan bisa berbentuk Perseroan Terbatas dan banyak perusahaan keluarga yang berkembang pesat, bahkan telah go public. Potensi perkembangan bisnis keluarga di Indonesia sangat besar, hanya saja sampai saat ini belum ada regulasi atau undang-undang yang mengatur itu di Indonesia. Sebagai pemula dalam dunia bisnis, mencari rekan berbisnis menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk membangun sebuah bisnis. Selain mengajak teman sebagai rekan bisnis, sering juga memilih keluarga sebagai rekan berbisnis. Di Indonesia, terdapat banyak perusahaan-perusahaan besar yang merupakan bisnis keluarga, seperti Bakrie Group dan Indofood atau yang biasa dikenal dengan Salim Group.

Sebagai contoh dalam hal ini adalah Bapak Fidel , seorang pebisnis mempekerjakan ketiga anak dan mantunya dalam bisnis hospitality mereka di daerah Bali. Tidak ada hari-hari yang luput dari pertikaian di antara anak dan menantu beliau, karena menganggap ayah mereka tidak adil. Hal ini selain adil juga akan memacu kerabat dekat Anda agar berusaha keras memajukan usaha bisnis. Karena tanpa usaha keras dan komitmen maka tidak ada imbalan jasa yang akan diterima. Robert Budi Hartono adalah konglomerat terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih mencapai $17.1 miliar .

Sementara, Bambang Trihatmodjo, memiliki PT Asriland yang bergerak di bidang properti, perdagangan, konstruksi, perhotelan, televisi swasta, transportasi dan pekebunan. Selain itu, Siti Hardijanti Rukman atau Mbak Tutut pernah memiliki saham di bidang penyiaran, yaitu di PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia, melalui stasiun TPI dan dia pernah mengeluarkan tabloid wanita Indonesia. Meski begitu, seiring berjalannya waktu–kini menjelma menjadi perusahaan besar dengan sistem saham terbuka.

Kadang meskipun sudah dibagi perannya masing-masing, masih saja ada yang merasa curiga dengan pengelola keuangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya masalah transparansi keuangan perlu diperhatikan. Bisnis keluarga perlu membuat sistem keuangan yang baik dan sistematis, agar semua anggota keluarga yang terlihat bisa dengan mudah melihat kondisi bisnisnya. Jangan lupa juga untuk menyatukan visi misi bisnis, agar semua anggota keluarga yang terlibat bisa sama-sama punya tujuan yang sama. Semua pendiri, khususnya perusahaan besar, lazimnya mempunyai kekuatan visi.